Pages

Wednesday, 26 July 2017

Hari Hepatitis Sedunia



Pada Hari Hepatitis Sedunia Jumat, 28 Juli 2017, WHO dan ‘World Hepatitis Alliance’ mendesak tindakan global untuk mencegah infeksi dan kematian karena hepatitis atau radang hati (lever). Tanggal 28 Juli dipilih untuk menghormati ulang tahun pemenang hadiah Nobel bidang kedokteran, Profesor Baruch Samuel Blumberg, penemu virus hepatitis B dan pengembang vaksin hepatitis B pertama. Hari Hepatitis Sedunia pada merupakan momentum bagi semua upaya untuk menerapkan strategi global mengenai virus hepatitis tahun 2016-2021 dan membantu semua negara untuk mencapai tujuan akhir, yaitu untuk menghilangkan hepatitis (to eliminate hepatitis). Apa yang sebaiknya kita sadari?


Kegiatan ini dirancang untuk membangun keterlibatan politik sesuai dengan Strategi Sektor Kesehatan Global mengenai hepatitis virus di Majelis Kesehatan Dunia (the World Health Assembly) 2016. Juga mempublikasikan program nasional terhadap hepatitis, terutama di negara-negara dengan beban berat, dengan mendorong tindakan dan keterlibatan individu, mitra dan masyarakat. Terdapat 28 negara dengan beban terberat dengan 11 negara memiliki hampir 50% beban hepatitis kronis, yaitu Brasil, Cina, Mesir, India, Indonesia, Mongolia, Myanmar, Nigeria, Pakistan, Uganda, Viet Nam. Selain itu, 17 negara yang juga memiliki prevalensi tinggi dan menyumbang 70% dari beban hepatitis global, yaitu Kamboja, Kamerun, Kolombia, Ethiopia, Georgia, Kyrgyzstan, Maroko, Nepal, Peru, Filipina, Sierra Leone, Afrika Selatan, Tanzania, Thailand, Ukraina, Uzbekistan, dan Zimbabwe.

Hepatitis virus adalah masalah kesehatan global utama dan memerlukan suatu respon yang mendesak. Ada sekitar 325 juta orang yang hidup dengan hepatitis kronis pada akhir tahun 2015. Secara global, diperkirakan 257 juta orang hidup dengan infeksi hepatitis B (HBV), dan 71 juta orang hidup dengan infeksi HCV (HCV) pada tahun 2015. Sangat sedikit dari mereka yang terinfeksi mengakses pengujian atau pemeriksaaan di laboratorium klinik dan pengobatan, terutama di negara berpenghasilan rendah dan menengah. Pada akhir 2015, hanya 9% orang terinfeksi HBV dan 20% orang terinfeksi HCV telah diuji dan didiagnosis. Dari mereka yang didiagnosis dengan infeksi HBV, 8% (atau 1,7 juta orang) diberikan pengobatan, sementara 7% dari mereka yang didiagnosis dengan infeksi HCV (atau 1,1 juta orang) telah memulai pengobatan pada tahun 2015. Pada Selasa, 6 Juni 2017 telah diterbitkan ‘Essential Medicines List’ (EML) atau Daftar Obat Esensial untuk tahun 2017, yang berisi pil obat untuk Hepatitis C adalah kombinasi sofosbuvir dan velpatasvir, sebagai terapi kombinasi lini pertama untuk mengobati hepatitis C. Target global untuk tahun 2030 adalah 90% penderita infeksi HBV dan HCV diperiksa di laboratorium klinik dan 80% pasien yang memenuhi syarat dapat diobati, diberikan pengobatan yang efektif. Viral hepatitis menyebabkan 1,34 juta kematian pasien pada tahun 2015, yaitu sebanding dengan kematian TB dan melebihi kematian akibat HIV, dengan  jumlah kematian karena hepatitis terus meningkat.

Infeksi hepatitis baru terus terjadi, kebanyakan hepatitis C. Sebaliknya, jumlah anak balita yang hidup dengan infeksi HBV kronis berkurang menjadi 1,3% pada tahun 2015, yaitu turun dari 4,7% pada saat sebelum vaksin Hepatitis B diperkenalkan. Vaksin hepatitis B mampu mencegah sekitar 4,5 juta infeksi per tahun pada anak-anak. Namun, 1,75 juta orang dewasa baru terinfeksi HCV pada tahun 2015, terutama karena penggunaan narkoba suntikan dan karena suntikan yang tidak aman, bahkan di tempat perawatan kesehatan di beberapa negara tertentu.

Pada Hari Hepatitis Dunia 2017 sebaiknya disusun acara dengan keterlibatan banyak orang, misalnya aktivitas olahraga, permainan santai, konser, dan penggalangan dana, yang merupakan cara terbaik untuk melakukan aksi nasional dengan meningkatkan dukungan politik dan kesadaran publik. Selain itu, juga melibatkan dokter, perawat, kelompok pasien dan masyarakat sipil dalam sebuah lokakarya untuk menyebarkan informasi tentang hepatitis. Apalagi dengan melibatkan media yang merupakan cara efektif untuk meningkatkan publisitas dan visibilitas hepatitis virus.

Dapat juga mengadakan acara publik tentang pemeriksaan laboratorium klinik. Acara ini sebaiknya melibatkan pemimpin pemerintahan tingkat tinggi, seperti presiden, menteri, gubernur, bupati atau walikota, selebriti dan artis terkenal, untuk menjalani pemeriksaan darah atau tes hepatitis di tempat umum. Acara ini dapat mendorong semua orang untuk berani maju dan diuji dalam pemeriksaan darah terkait hepatitis. Meskipun para tokoh dan masyarakat awam akan diuji di depan umum secara bersamaan, namun hasilnya tetap dirahasiakan kecuali jika mereka memilih untuk mengungkapkannya sendiri. Pendekatan model ini berhasil baik, pada saat kampanye sebelumnya, yaitu melawan HIV / AIDS. Kegiatan yang bersifat kekinian digital berupa bergabung dengan kampanye melalui media sosial. Misalnya bersama ‘World Hepatitis Alliance’ melalui link #ShowYourFace. Juga hashtag #NoHep atau akun twitter @NoHep yang merupakan gerakan akar rumput masyarakat digital atau nitizen, untuk mendukung penghapusan hepatitis secara global.

Keberhasilan mencapai tujuan penghapusan hepatitis (to eliminate hepatitis) pada tahun 2030 sebenarnya tidak terlalu ambisius. Laporan dari 28 negara dengan beban hepatitis tinggi, telah memberi alasan untuk optimis. Sudahkah kita terlibat?


by : fx. Wikan indrarto

dokter spesialis anak di RS Panti Rapih, Ketua IDI Cabang Kota Yogyakarta, Alumnus S3 UGM.
 

No comments:

Post a Comment

GPT Protective Partition pada Hard disk

  Terkadang, setelah menyambungkan hard disk internal atau eksternal ke sistem Anda, Disk Management Windows memberi tahu bahwa hard disk te...