Pages

Friday, 21 July 2017

Sang Mekanik Sepeda

Seorang Mekanik sepeda di suatu toko sepeda,
Mekanik tersebut memiliki pengalaman yang baik, dia cukup lama berada di pabrik pembuatan Sepeda di Jawa Timur, sampai memiliki sertifikat Mekanik skala Nasional yang dikeluarkan oleh perusahaan sepeda nasional tersebut.

Dan untuk peningkatan karir sang Mekanik, dia dikirimkan ke salah satu kota di luar jawa dan dipercaya sebagai kepala mekanik Sepeda. Singkat cerita, dia sangat menikmati pekerjaan di luar kota tersebut, sampai akhirnya datang seorang Supervisi yang ditempatkan ditempat di bekerja sekarang, dan sang Supervisor selalu saja tidak puas dengan pekerjaan sang Mekanik, padahal sebelumnya semua baik-baik saja, sampai suatu hari sang Mekanik di tegur dengan nada keras tanpa alasan yang jelas mengenai pekerjaannya, seketika sang Mekanik keluar Toko dan mengunjungi salah satu Toko Sepeda kompetitor di kota tersebut,  karena emosi yang sudah tidak tertahankan lagi, dan baiknya kondisi seperti itu, sang Mekanik tetap santun dengan izin keluar di jam kerja kepada sang Supervisor.

Sang mekanik mekanik sudah mempersiapkan surat resign setelah bersitegang dengan sang Supervisor, dan saat izin keluar dia tidak memiliki tujuan, karena merasa suasana Toko sedang tidak baik jika dia tetap berada di Toko, sehingga dia izin keluar. Dan tak disangka dia berhenti di depan Toko sepeda kompetitor, sang mekanik sempat terdiam dan masuk menghampiri pemilik toko, dan kebetulan toko sepeda tersebut baru saja buka sekitar 3 bulan, sang mekanik langsung saja melamar untuk menjadi mekanik sepeda di Toko tersebut, dan ada perbincangan di antara mereka,
Sang Mekanik    : Permisi Pak, saya ingin melamar jadi mekanik
Pemilik Toko      : Apa pengalaman kamu?
Sang Mekanik    : “menunjukkan sertifikasi mekanik dari salah satu brand sepeda lokal”,
  Saya mekanik dari toko sebelah juga Pak
Pemilik Toko      : kenapa kamu keluar? Kamu ada masalah ya?
Sang Mekanik    : Tidak ada Pak, saya resign dari Toko sekarang, ini surat resign saya,
                                  “sambal memberikan copyan surat resign”
Singkat cerita, Pemilik toko sangat interest sekali dengan sang Mekanik, dan menerima dia bekerja di Tokonya. Padahal sang Mekanik belum menyerahkan surat resign di Toko yang sekarang, buat jaga-jaga biar aman katanya hehe,…

Sang Mekanik kembali ke tempat dia bekerja yang sekarang, dan sore harinya memberikan surat resign kepada sang Supervisor, sang Spv pun kaget dan meminta maaf kepada sang Mekanik dan dengan rendah hati sang mekanik merasa tidak ada masalah sama sekali dengan sikap sang Supervisor, tetapi kenyataannya sang Mekanik sudah tidak nyaman sekali bekerja bersama sang Supervisor. Akhirnya sang Supervisor tidak dapat menahan keputusan sang Mekanik untuk resign.
Keesokan harinya sang Mekanik langsung bekerja di tempat yang baru, karena Toko yang baru merupakan toko yang baru berjalan kurang lebih 3 bulan, dan ternyata Pemilik Toko juga tidak terlalu update mengenai perkembangan sepeda yang sedang ramai menjadi hobi orang-orang di kota tersebut, dan berjalan 3 bulan, semua kebutuhan Toko melalui sang Mekanik, dia yang mengorder segala kebutuhan, sampai akhirnya pengetahuan sepeda Pemilik Toko juga bertambah, kurang lebih 3 bulan kedepan sang Mekanik bisa fokus ke service, perakitan sepeda.

Toko ditempat sang Mekanik bekerja semakin ramai dan dikenal banyak orang, banyak yang membeli dan service di Toko tersebut. Di tempat dia bekerja sebelumnya sang mekanik memiliki rekan kerja dalam divisi service, yang memang secara manajemen sudah baik, dan ditempat sekarang sang Mekanik hanya bekerja sendiri dan semua pekerjaan dapat di tangani dengan baik. Pemilik Toko terus memberikan penghargaan pada sang Mekanik, dengan menaikkan gaji sang Mekanik.
Sampai akhirnya sang Mekanik memiliki tabungan untuk menikah, sang Mekanik pun memutuskan untuk menikah dengan seorang wanita yang dia kenal melalui media social, dan tanpa disadari wanita tersebut satu kampung dengan sang Mekanik di pulau Jawa yang sama-sama merantau. Singkat cerita, sang Mekanik menikah dan Pemilik Toko memberikan fasilitas rumah untuk dia tinggali bersama sang Istri.

Cerita berlanjut ke “Sang Mekanik 2”.

Pesan :
Kepada Sang Supervisor, saat masih membutuhkan rekan kerja professional yang baik, hidupkanlah kerukunan bekerja sama, dan jika rekan kerja memiliki kekurangan, mungkin dirimu bisa memfasilitasinya untuk mendidik rekan kerja tersebut dengan komunikasi yang lebih baik.
Sang Mekanik, tetaplah bekerja dengan baik dan jujur.
Pemilik Toko, mungkin telah melihat kemampuan dan pribadi seseorang dan beliau yakin untuk mempertahankannya.

3 comments:

GPT Protective Partition pada Hard disk

  Terkadang, setelah menyambungkan hard disk internal atau eksternal ke sistem Anda, Disk Management Windows memberi tahu bahwa hard disk te...